secepat kilat menyambar diri ini
hal yang tak pernah ku sangka
sebelumnya
kau telah pergi
dan tak mungkin kembali
hanya kau yang bisa lihat aku
tapi aku tak dapat melihat kau
belum sempat bibir ini berucap “terima kasih”
belum sempat ku katakan permohonan
maafku
tapi kau telah pergi terlebih
dahulu
kadang bila teringat dirimu
ingin ku teteskan air mata ini
sesalku saat terakhir ku tak ada
disisimu
ku baru merasakan betapa beratnya
ditinggalkan orang terdekat
begini rasanya… perih terasa
seakan ada bagian nyawa ku yang
hilang
hampa…hampa terasa
terima kasih karena telah mendidik
dan merawatku selama lima belas tahun
maaf jika ku belum bisa
membanggakan
terima kasih… pakdheku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar